Review Lengkap Film Fifty Shades of Grey 2015

Hai sobat blog...

Fifty Shades of Grey merupakan sebuah film drama romantis/erotis asal Amerika Serikat yang disutradarai oleh Sam Taylor-Johnson dan skenarionya ditulis oleh Kelly Marcel. Drama erotis ini diangkat dari novel laris karya E. L James dengan judul yang sama.

Diketahui juga, film ini dirilis pada 13 Februari 2015, di bawah produksi Michael De Luca Productions, Trigger Street Productions, Focus Features, dan didistribusikan oleh Universal Pictures.

Deskripksi Film Fifty Shades of Grey 2015

Judul: Fifty Shades Of Grey (2015)

Pemeran: Jamie Dornan, Dakota Johnson, Jennifer Ehle, Eloise Mumford, Victor Rasuk, Luke Grimes, Marcia Gay Harden, Rita Ora, Andrew Airlie, Max Martini

Sutradara: Sam Taylor-Johnson

Produksi: Universal Pictures, Focus Features Films

Sinopsis Film Fifty Shades of Grey 2015

Fifty Shades of Grey sekilas bercerita tentang Anastasia "Ana" Steele, seorang mahasiswi sastra berusia 22 tahun yang tinggal bersama sahabatnya, Katherine Kavanagh.

Katherine bekerja sebagai penulis untuk jurnal kampus mereka. Karena sakit, Katherine membujuk Ana untuk menggantikannya mewawancarai seorang pengusaha muda sukses dan kaya berusia 27 tahun bernama Christian Grey.

Ana pun langsung tertarik pada Grey dan terobsesi oleh kharisma sensual yang dimilikinya. Namun, sifat Grey yang mengintimidasi membuat Ana melupakan semuanya dan mencoba menghibur diri dengan pikiran bahwa mereka berdua mungkin tidak akan pernah bertemu satu sama lain lagi.

Di luar dugaan, suatu hari Grey muncul dan menemui Ana di toko tempatnya bekerja. Hasrat Ana kembali meledak, terlebih tanpa diduga Grey memberikan nomor ponsel dan mengajaknya untuk minum kopi bersama.

Hubungan mereka berdua pun berlanjut, dari mulai ciuman di lift hingga Ana perlahan menyadari dirinya telah terperangkap pada kuatnya daya pikat Christian Grey yang erotis, sensual, lembut, perhatian, super dominan, sekaligus menyakitkan.

Selama tiga minggu, Ana membiarkan nafsu, libido, gairah, dan pengalaman seksualnya berjibaku bersama Christian, sekaligus menjadi pria pertama yang dipercaya Ana untuk merenggut keperawanannya.

Ana pun menyadari, menyetujui, dan menikmati semua permainan seksual penuh gairah dan menyimpang, yang secara perlahan dan sensasional diperkenalkan Christian.

Terbius oleh ketampanan, kelembutan, dan perhatiannya, Ana perlahan menemukan sisi erotis dalam dirinya, yang bisa mengimbangi seaneh apapun Christian memperlakukannya.

Bahkan, Ana berani melihat beberapa “sex stuff” di kamar pribadi Christian yang disebutnya “Red Room”. Flogger, cambuk, rantai, dan banyak permainan seks lainnya diperlihatkan Christian pada Ana, tanpa ada rasa takut sedikit pun di benaknya.

Padahal, Christian selalu mengingatkan Ana untuk pergi atau bahkan lari jika ia merasa tak nyaman atau takut. Tapi Ana menikmatinya, bahkan menantang Christian untuk mencoba dirinya.

“There’s no line between love and lust” – Ana bahkan tak lagi mengenali apa yang ia rasakan. Akankah ada cinta bersama Christian – ”A man with fifty shades, the only man I love and slept with, but full of pain, pleasure, reward and punishment?”

Ana bahkan bisa menerima hukuman seperti dipukul atau dicambuk jika ia melakukan hal-hal kecil yang tak disetujui Christian. Namun, pria itu masih menyimpan hukuman terberat yang belum pernah dicobanya pada Ana.

Dalam kelimbungannya, Ana kemudian mengunjungi Ibunya yang tinggal di Georgia. Namun, ibu Ana yang bernama Carla melihat perubahan psikis begitu besar pada putri semata wayangnya. Carla pun menasehati Ana bahwa ia masih sangat muda, berbakat, cantik, dan berhak untuk mendapatkan yang terbaik.

Sekembalinya dari Georgia, Ana pun bertekad untuk membuktikan seberat apa hukuman yang akan ia berikan kepada Christian jika ia melakukan hal-hal kecil, seperti menggigit bibir, mengerlingkan mata, sekadar pergi bersama Jose-teman kuliah yang sudah dianggap saudaranya sendiri, yang dapat membuat Christian cemburu.

Ana kemudian menantang Christian, jika ia sanggup menerima sakitnya hukuman terberat tersebut, maka Ia diperbolehkan ‘menyentuh’ Christian dalam segala bentuk hubungan seksual yang begitu dominan, satu arah di mana kendali sepenuhnya ada di tangan Christian.

Meski Christian tak menyetujuinya, karena ia sendiri sangat takut kehilangan Ana. Sebab, kehadiran gadis itu telah membuka tirai di kehidupannya yang gelap – “I’ve come alive, since I met you….You are everything I want you to be…” – Kalimat itu tak pernah disebutkan Christian sepanjang perjalanan kehidupan seksnya dengan lima belas wanita di “Red Room”.

Tapi dengan Ana, ia menemukan setitik kenormalan yang kerap tenggelam oleh gelap dan buruknya kehidupan masa kecil dan remajanya. Tapi Ana mencintai Christian, ia ingin memiliki kehidupan normal bersama pria yang dicintainya. Namun, tubuh dan jiwanya tak bisa sepenuhnya berselaras dengan ketidaknormalan Christian. Ana tak melihat masa depan apapun di hubungan meraka. Maka, hukuman paling berat yang sekiranya akan Christian lakukan padanya, akan ditantang oleh Ana untuk dicoba.

Meski Christian tak ingin melakukannya, tetapi kekuatan gelap dalam dirinya begitu besar mendorong sensasi dan erotika yang kerap mengalahkan sisi emosional manusianya. Ia ingin Ana lari darinya, tetapi di sisi lain Ia juga ingin menikmati kenikmatan menyimpang bersama gadis yang hampir melumpuhkan emosinya. Ana pun terjatuh tak berdaya dalam 6 pukulan dari tangan Christian, hal itu seketika meluluhlantakkan tubuh dan emosinya. Ternyata sisi gelap Christian Grey terlalu pekat untuk kehidupan Ana sebagai gadis dengan kehidupan normal.

Review Film Fifty Shades of Grey 2015

Salah satu Film Hollywood, yaitu Fifty Shades of Grey 2015 telah dirilis dibioskop secara global pada moment Valentine beberapa waktu yang lalu.

Lalu apa yang membuat Film ini sangat ditunggu? Film ini merupakan adaptasi Novel karya E.L James yang kemunculannya sukses menghebohkan dunia. Tak hanya itu, Novel ini kemudian dibuat Trilogy dan merupakan Fiksi Lepas dari Novel Best Seller: Twilight karya Stephanie Meyer.

E.L James rupanya penggemar berat Twilight Series. Ia membuat sebuah cerita yang terinspirasi dari sosok Vampire Edward Cullen & Bella Swan yang kemudian ia posting di situs resmi Twilight. Dan rupanya cerita tersebut mendapat respon yang bagus dari penggemar Twilight.

Lantas apakah Film ini berhasil memuaskan dan bisa menyamai kesuksesan Novelnya? Meskipun dimata para kritikus buku, Novel Fifty Shades of Grey ini tidak memberikan sesuatu yang baru.

Dari segi cerita, film karya sutradara Sam Taylor-Johnson ini masih terlihat sedikit "setia" mengikuti kisah romantis ala Twilight. Sisi romantis yang dihadirkan oleh Christian Grey & Anastasia Steele terlihat Edward Cullen & Bella Swan yang begitu cheesy seperti anak-anak ABG dengan segala rayuan, gombalan dan rangkaian dialog yang dilontarkan satu sama lain. Bukannya menjadi terlihat romantis malah membuat tertawa ketika menontonnya.

Adegan wawancara antara Grey dan Ana pun sedikit mengingatkan saya kepada adegan Ferre dan Rana di salah satu film Box Office Indonesia 2014 berjudul Supernova: Ksatria, Putri & Bintang Jatuh karya Rizal Mantovanni. Dan harus diakui adegan sesi wawancara Film SUPERNOVA jauh lebih keren dibandingkan film Fifty Shades of Grey.

Untuk segi jajaran casts, jualan utama Film ini mungkin hanya karakter Christian Grey & Anastasia Steele saja. Karakter pendukung lainnya malah tenggelam dan terlihat semakin gak penting keberadaannya.

Ekspresi Dakota Johnson sebagai Anastasia Steele pun masih sedikit mirip Bella Swan yang doyan gigit-gigit bibir bagian bawah. Christian Grey yang diperankan oleh Jamie Dornan pun tampil pas dan tidak terlalu mengintimidasi seperti yang dibayangkan.

Mungkin sisi kelebihan dan patut diacungi jempol dari Film ini terletak pada keberanian kedua pemain melakukan adegan sensual yang begitu eksplisit dan soundtrack-soundtrack yang ear catching seperti Love Me Like You Do by Ellie Goulding serta dari para musisi lainnya seperti Beyonce, Sia Furler, Skylar Grey, Vaults dan lainnya.

Secara keseluruhan film Fifty Shades Of Grey berhasil memancing rasa penasaran pecinta film dunia dengan daya sensual yang diberikan dan pasti akan mencetak kesuksesan pendapatan di tangga Box Office. Namun, untuk segi kualitas cerita mungkin bagi kamu yang berekspektasi tinggi akan kecewa.

Alasan Film Fifty Shades of Grey 2015 Tidak Tayang di Bioskop Indonesia

Terkait penayangan film yang beraroma sensual ini, sangat disayangkan tidak akan tayang di jaringan bioskop nasional. Film yang memasang Jamie Dornan dan Dakota Johnson sebagai pemeran utama tersebut tak ditayangkan lantaran tidak sesuai dengan kriteria sensor Lembaga Sensor Film (LSF).

Hal tersebut diumumkan secara resmi oleh pihak United International Pictures (UIP) perwakilan Indonesia.

Nah, itulah seputar review lengkap film Fifty Shade of Grey 2015 yang bisa kamu jadikan referensi sebelum menonton.